Tren Fashion Tren FashionRangkuman praktis dan ulasan ringan untuk keseharian.
general

Tren Fashion Wanita: Ketika Nyaman Jadi Prioritas Utama

Observasi perubahan tren fashion wanita di Indonesia: dari skinny jeans ke wide leg, warna mencolok ke earth tone, dan prioritas kenyamanan di Doloksanggul.

13 Apr 2026 · 3 menit baca · oleh Pratiwi Hakim Sutanto
Tren Fashion Wanita: Ketika Nyaman Jadi Prioritas Utama

Beberapa minggu lalu, saya mampir ke pasar mingguan di Doloksanggul. Biasanya saya banyak lihat perempuan muda pakai skinny jeans ketat, atasan crop, dan sepatu hak tinggi. Tapi kali ini pemandangannya laen: celana wide leg berbahan katun, kemeja oversized, dan sneakers putih mendominasi. Bukan cuma satu dua orang, hampir separuh pengunjung. Rasanya tren fashion wanita di Indonesia memang lagi bergeser ke arah yang lebih santai. Dan menurut saya, ini bukan sekadar mode — ini semacam pernyataan bahwa kenyamanan akhirnya menang.

Perubahan Gaya yang Terlihat Sehari-hari

Di media sosial, tren #OOTD wanita Indonesia sekarang lebih sering nampilin potongan longgar, warna netral seperti krem, cokelat muda, dan abu-abu, atau aksen monokrom. Di Tomang atau Kelapa Gading mungkin udah biasa, tapi di kota kecil seprti Doloksanggul perubahannya cukup mencolok. Dulu perempuan di sini masih ragu pakai celana longgar karena khawatir kelihatan "tidak rapi". Sekarang mereka justru bangga padu-padanin blazer oversized dengan jeans longgar dan tas jinjing anyaman. Saya sempat ngobrol sama penjual kain di pasar — katanya, permintaan kain katun dan linen naik drastis sejak setahun terakhir. “Orang lebih suka yang adem dan gampang bangeet diatur,” ujarnya sambil melipat stok terbaru Bandingkan dengan tren fashion.

Fenomena ini sejalan dengan tren global yang disebut quiet luxury atau kemewahan yang tidak mencolok. Tapi di Indonesia, khususnya di kalangan wanita, adaptasinya unik: mereka tetap mempertahankan sentuhan lokal seperti batik atau tenun yang dipadukan dengan potongan modern. Saya sendiri beberapa kali lihat remaja di sini pakai kemeja batik lengan panjang yang dibiarkan terbuka, di dalamnya kaos putih polos, bawahannya celana kulot hitam. Simpel tapi berkelas.

Tren lainnya adalah penggunaan aksesori minimalis. Anting-anting kecil, kalung rantai tipis, jam tangan dengan tali kulit menggantikan perhiasan besar yang dulu populer. Menurut pengamatan saya, hal ini juga didorong oleh konten kreator fashion lokal di TikTok dan Instagram yang rajin bagi tips mix-and-match. Mereka nunjukin bahwa tampilan sederhana bisa tetap stylish tanpa perlu ngeluarin banyak uang.

Yang menarik, pergeseran ini tidak hanya terjadi di perkotaan. Di Doloksanggul, toko pakaian mulai nyetok lebih banyak model wide leg dan oversized dari pada tahun sebelumnya. Seorang teman yang punya butik bilang, “Sekarang langganan minta model yang longgar, bukan yang ketat-ketat lagi.” Bahkan untuk acara formal, banyak wanita milih gaun midi dengan potongan A-line atau jumpsuit longgar, bukan lagi dress tubuh ketat.

Saya pikir, tren fashion wanita saat ini sedang ngajarin kita bahwa gaya tidak harus menyiksa. Nyaman dan percaya diri bisa berjalan beriringan. Dan dari Doloksanggul, saya lihat perubahan ini bukan sekadar ikut-ikutan, tapi lebih sebagai ekspresi diri yang lebih jujur. Seperti kata seorang fashion stylist yang saya baca di Wikipedia tentang mode, pakaian adalah cermin zaman. Dan zaman sekarang, wanita Indonesia ingin bernapas lega, secara harfiah dan kiasan.

Catatan: sumber resmi

Tag: #tren fashion #fashion wanita #gaya hidup #Indonesia