title: "Thrifting dan Gaya Santai: Bagaimana Tren Fashion Merambah ke Doloksanggul" date: 2026-05-31 author_id: "P00615" niche: "general" tier: "T2" tags: [tren fashion, thrifting Indonesia, fashion sustainable, gaya anak muda, Doloksanggul] description: "Dari thrifting hingga mix and match, tren fashion kini mudah diakses siapa saja. Pratiwi Hakim Sutanto berbagi cerita dari Doloksanggul."
Pernah nggak sih kamu merasa tren fashion itu milik orang kota besar saja? Saya dulu juga berpikir begitu. Tinggal di Doloksanggul, kota kecil di Sumatera Utara, biasanya kita hanya bisa mengikuti mode lewat televisi atau sekedar lihat foto artis. Tapi belakangan, saya melihat perubahan menarik. Anak-anak muda di sini mulai berburu baju bekas dari online shop, memadupadankan pakaian lama dengan aksesoris kekinian, dan hasilnya justru keren! Rasanya, tren fashion sekarang bukan soal mahal atau bermerek, tapi soal kreativitas.
Thrifting: Hobi Baru yang Mengubah Gaya
Dulu, istilah thrifting mungkin asing di telinga orang Doloksanggul. Sekarang, hampir setiap minggu saya lihat teman-teman antre paket kiriman dari Bandung atau Jakarta. Mereka beli baju bekas impor, jaket vintage, atau celana jeans yang sudah punya karakter. Yang menarik, thrifting bukan lagi sekadar hemat, tapi sudah jadi bagian dari identitas. Saya sendiri baru beberapa bulan lalu terjun, dan rasanya seperti berburu harta karun. Lewat thrifting, kita belajar bahwa fashion bukan soal mengikuti label, tapi soal bercerita. Setiap baju punya sejarah, dan ketika kita padukan dengan gaya sendiri, jadilah tampilan yang unik.
Di Indonesia, tren ini makin marak. Berdasarkan liputan dari Kompas, pasar thrifting tumbuh pesat karena generasi muda semakin sadar akan isu lingkungan. Daripada membeli baju baru yang produksinya boros air, lebih baik memberi kehidupan kedua pada pakaian. Di Doloksanggul, saya lihat sendiri bagaimana thrifting mengubah cara pandang anak muda terhadap fashion. Mereka jadi lebih berani bereksperimen.
Gaya Santai dan Mix and Match: Kunci Tampil Keren Tanpa Modal Besar
Selain thrifting, tren lain yang saya perhatikan adalah dominasi gaya santai atau casual. Dulu, orang pakai kemeja rapi ke kampus atau kantor. Sekarang, hoodie oversized, celana cargo, dan sneakers jadi andalan. Anak muda di sini juga jago memadukan baju polos dengan aksesoris seperti kalung atau topi. Hasilnya, meski sederhana, kelihatan effortless banget.
Yang paling saya suka adalah bagaimana tren ini bisa diakses semua kalangan. Nggak perlu beli baju baru setiap minggu. Cukup lihat lemari sendiri, kombinasikan dengan barang thrift, atau sedikit modifikasi, penampilan langsung segar. Saya sering lihat anak-anak SMA sini pakai overshirt dari thrift di atas kaos putih, celana jeans sobek, dan sepatu ala vintage. Kelihatan seperti influencer Jakarta, tapi dengan budget pas-pasan.
Tren yang muncul di media sosial juga ikut mendorong. Dari reels Instagram, banyak ide outfit yang bisa ditiru. Jadi, meski tinggal di kota kecil, kita tetap bisa terhubung dengan tren nasional. Kuncinya adalah selektif: ambil yang cocok dengan iklim dan aktivitas kita. Karena di Doloksanggul yang kadang sejuk, layering pakai jaket denim atau sweater justru pas.
Akhirnya, Fashion Itu Tentang Diri Sendiri
Dari semua pengamatan saya, yang paling berharga adalah kesadaran bahwa fashion bukan soal mengikuti aturan. Dulu saya pikir harus beli baju baru setiap ada tren. Sekarang, dengan thrifting dan gaya santai, saya jadi lebih santai. Fashion adalah cara kita mengekspresikan diri, bukan ajang pamer. Di Doloksanggul, tren ini perlahan mengubah kebiasaan: orang jadi lebih kreatif, lebih peduli lingkungan, dan yang paling penting, lebih percaya diri.

Jadi, kalau kamu penasaran dengan gaya baru, coba saja mulai dari lemari sendiri atau kunjungi toko thrift terdekat. Siapa tahu, Anda menemukan potongan yang pas. Tren fashion sekarang sudah merata, tak peduli lokasi. Selamat berkreasi!